Kamis, 02 Juli 2015 0 komentar

Karena do'a ibu adalah keajaiban


Saya selalu percaya keajaiban yang terjadi dalam hidup saya tidak lain adalah hasil dari do'a ibu di rumah yang selalu berharap yang terbaik untuk anaknya. misalnya ketika selepas lulus kuliah, tidak pernah terlintas sedikitpun akan ke luar negri tahun itu juga, walaupun saya selalu bermimpi bisa kuliah di luar negri atau sekedar jalan-jalan ke luar negri, tapi kesempatan yang tidak diduga ini datang secara mendadak, ada tawaran ngajar di thailand dan dalam waktu singkat saya mendaftar dan minta izin ibu, kemudian ibu mengizinkan dan saya dikabari lolos dan positif bisa berangkat. antara sedih sekaligus senang juga tidak percaya. saya tidak sempat pulang kampung dulu karena waktu yang begitu singkat sementara keberangkatan pun tinggal menghitung hari, belum lagi ngurus pembuatan pasport dan berkas-berkas yang lain. tapi dengan waktu yang singkat itu Allah mempermudah jalannya dan akhirnya saya bisa ke luar negri ke dua negara sekaligus, malasyia dan thailand. pengalaman yang luar biasa dalam hidup. 
sepulang dari thailand saya sudah berazam untuk melanjutkan studi s2, maunya si di luar negri tapi bahasa inggris saya yang masih berantakan jadi saya berniat s2 di dalam negri saja, harapannya bisa dapet beasiswa tapi ternyata banyak sekali beasiswa yang deadlinenya sudah lewat dan saya terlambat. akhirnya dengan uang seadanya hasil dari mengajar di thailand saya berkeyakinan bisa lanjut studi. tapi setelah saya sampaikan niat saya pada ibu rupanya ibu kurang setuju karena adik saya yang kedua juga saat ini sedang kuliah dan rupanya beasiswanya cuma di awal saja, untuk semester selanjutnya harus biaya sendiri, maka tanpa mengeluh panjang lebar saya niatkan untuk mendahulukan kuliah adik saya, ibu di rumah juga sedang mengalami kesulitan ekonomi dan saya tidak sanggup harus membuat ibu bersusah payah lagi mencari uang untuk biaya adik-adik sekolah, maka akhirnya saya putuskan dengan berat hati tahun ini saya tidak kuliah dulu, biar saya bantu adik dulu kuliah, mungkin tahun besok kalau ada rizqinya bisa daftar beasiswa. kalaupun tidak biar tahun ini saya juga bisa menabung untuk biaya kuliah sendiri, yang terpenting tidak lagi melibatkan ibu dalam urusan pribadi saya. 
setelah niat tidak kuliah itu saya putuskan lalu saya mendaftar guru di sekolah Muhammadiyah yang katanya cukup elit, saya tidak perduli itu elit atau bukan tapi saya mendaftar karena saya harus kerja untuk membantu ibu, sejak awal saya tahu informasinya di sekolah yang saya tuju butuhnya guru laki-laki tapi saya berdo'a dan mencoba mendaftar, ikut tes sampai tahap akhir dan hasilnya saya lolos seleksi dan saya diterima mengajar di sekolah tersebut. buat saya ini luar biasa dan benar-benar keajaiban, semuanya dipermudah dari awal dan akhirnya Allah berikan jalannya untuk saya, dan saya yakin ibu juga mendo'akan saya memperoleh pekerjaan yang baik dan halal. 
saya selalu yakin saat ini adalah jalan terbaik yang harus saya lalui, meskipun tidak bisa lanjut studi s2 tahun ini mungkin bisa tahun besok, rizqi akan selalu ada untuk orang-orang yang berusaha dan berdo'a. maka hari ini saya akan menjalankan keinginan ibu agar saya bekerja dengan sepenuh hati, karena ridho ibu adalah segalanya, dan do'anya adalah keajaiban. 
saya akan tetap berusaha jadi anak ibu yang terbaik... do'akan saya selalu ya bu, :-) 

 
;