Senin, 23 Februari 2015

Bersamamu, aku ingin.... ?



Merah, kamu kalo udah nikah pengen ngapain aja ma pasanganmu?
Gadis yang dipanggil merah tersipu malu, sebab entah kenapa pertanyaan itu persis situasinya dengan pikirannya yang sedang melayang-layang. Melayang-layang mengingat seseorang.
Eh, aku? Kamu dululah, aku belum tahu.
Si gadis merah membalikan pertanyaan, ia mencoba beralasan belum tahu apa saja yang ingin ia lakukan, padahal...
Gadis biru yang bertanya pertama kali mendadak wajahnya bersemu merah, matanya ia palingkan ke sekeliling luar jendela, malam itu diluar amat dingin, sebab hujan deras yang tiba-tiba, gigil merasuki kami.
Merah, kamu tahu, kalau aku sudah menikah kelak aku ingin sekali pergi ke toko buku bersama, mencari-cari buku kesukaanku dan dia, kami tertawa bersama di depan rak buku, aku juga ingin naik kereta berdua, iyah bagiku perjalanan menyenangkan yang hanya dilewati berdua adalah naik kereta, malam yang lelah aku bersandar di pundaknya ia pun bersandar padaku, kami saling bersandar dan memeluk hangat, rasanya kereta api Cuma milik kami berdua, tak peduli pada siapa dihadapan atau disamping kami.
Si gadis biru tersenyum bahagia, ia kembali melanjutkan cerita.
Belum berhenti sampai disitu, aku juga ingin duduk di pinggir danau berdua, kami membawa bekal makan siang sambil menunggu itu kami mewarnai gambar bersama, itu mungkin terdengar kekanakan merah, tapi aku menyukainya, kami berebut pinsil warna, aku mengambil biru ternyata dia pun ingin mengambil biru, tangan kami bersentuhan hangat, lalu mata kami saling bertemu dan tertawa malu, hari itu kami menjadi pasangan paling bahagia.
Yeah, aku bisa membayangkannya biru, memang terdengar sangat romantis, bagaimana denganmu hijau?
Tanyaku mengalihkan pada si gadis hijau yang sejak tadi sibuk membaca buku, tapi aku tahu ia pun mendengar pembicaraan kami. Sebab pun aku takut pertanyaan itu akan beralih padaku.
Gadis hijau malu-malu tersenyum, matanya ia alihkan pada kami yang duduk dibelakangnya.
Kok aku kena juga si, aku kan lagi baca.
Si gadis hijau mengelak malu.
Hei, kami tahu loh sejak tadi kamu nguping pembicaraan kami, ayolah cerita saja gak usah malu.
Si gadis biru memaksa.
Aku sederhana saja, aku hanya ingin menghabiskan banyak waktu bersamanya, itu saja.
Jawab gadis hijau sambil masih sibuk membaca buku. Aku tahu itu pasti jawaban sekenanya saja, ia pasti malu juga untuk menjawabnya.
Hey merah, sekarang giliranmu, kamu ingin seperti apa? Gak usah mengelak ya, aku sadar dari tadi kamu berusaha menghindar.
Gadis biru menaikkan alisnya, ia masih tetap usaha memaksa si merah untuk menjawab.
Aku tidak tahu, justru aku sedang membayangkan akan seperti apa sosok yang akan menemani masa depanku.
Jawab si merah tersipu.
Dan hening.




0 komentar:

Posting Komentar

 
;