Merah,
kamu kalo udah nikah pengen ngapain aja ma pasanganmu?
Gadis yang dipanggil merah
tersipu malu, sebab entah kenapa pertanyaan itu persis situasinya dengan
pikirannya yang sedang melayang-layang. Melayang-layang mengingat seseorang.
Eh, aku?
Kamu dululah, aku belum tahu.
Si gadis merah membalikan
pertanyaan, ia mencoba beralasan belum tahu apa saja yang ingin ia lakukan,
padahal...
Gadis biru yang bertanya
pertama kali mendadak wajahnya bersemu merah, matanya ia palingkan ke sekeliling
luar jendela, malam itu diluar amat dingin, sebab hujan deras yang tiba-tiba,
gigil merasuki kami.
Merah,
kamu tahu, kalau aku sudah menikah kelak aku ingin sekali pergi ke toko buku
bersama, mencari-cari buku kesukaanku dan dia, kami tertawa bersama di depan
rak buku, aku juga ingin naik kereta berdua, iyah bagiku perjalanan
menyenangkan yang hanya dilewati berdua adalah naik kereta, malam yang lelah
aku bersandar di pundaknya ia pun bersandar padaku, kami saling bersandar dan
memeluk hangat, rasanya kereta api Cuma milik kami berdua, tak peduli pada
siapa dihadapan atau disamping kami.
Si gadis biru tersenyum
bahagia, ia kembali melanjutkan cerita.
Belum
berhenti sampai disitu, aku juga ingin duduk di pinggir danau berdua, kami
membawa bekal makan siang sambil menunggu itu kami mewarnai gambar bersama, itu
mungkin terdengar kekanakan merah, tapi aku menyukainya, kami berebut pinsil
warna, aku mengambil biru ternyata dia pun ingin mengambil biru, tangan kami
bersentuhan hangat, lalu mata kami saling bertemu dan tertawa malu, hari itu
kami menjadi pasangan paling bahagia.
Yeah, aku
bisa membayangkannya biru, memang terdengar sangat romantis, bagaimana denganmu
hijau?
Tanyaku mengalihkan pada si
gadis hijau yang sejak tadi sibuk membaca buku, tapi aku tahu ia pun mendengar
pembicaraan kami. Sebab pun aku takut pertanyaan itu akan beralih padaku.
Gadis hijau malu-malu
tersenyum, matanya ia alihkan pada kami yang duduk dibelakangnya.
Kok aku
kena juga si, aku kan lagi baca.
Si gadis hijau mengelak
malu.
Hei, kami
tahu loh sejak tadi kamu nguping pembicaraan kami, ayolah cerita saja gak usah
malu.
Si gadis biru memaksa.
Aku sederhana
saja, aku hanya ingin menghabiskan banyak waktu bersamanya, itu saja.
Jawab gadis hijau sambil
masih sibuk membaca buku. Aku tahu itu pasti jawaban sekenanya saja, ia pasti
malu juga untuk menjawabnya.
Hey merah,
sekarang giliranmu, kamu ingin seperti apa? Gak usah mengelak ya, aku sadar
dari tadi kamu berusaha menghindar.
Gadis biru menaikkan alisnya,
ia masih tetap usaha memaksa si merah untuk menjawab.
Aku tidak
tahu, justru aku sedang membayangkan akan seperti apa sosok yang akan menemani
masa depanku.
Jawab si merah tersipu.
Dan hening.



0 komentar:
Posting Komentar